Saturday, March 8, 2014

Pengertian Kompos dan Pengomposan

Menurut Indriani (2005) kompos merupakan semua bahan organik yang telah mengalami penguraian sehingga bentuk dan wujudnya sudah tidak dikenali bentuk aslinya, berwarna kehitam-hitaman dan tidak berbau.
Dari definisi di atas, menurut gambaran saya, Kompos merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang sudah tidak bisa di kenali lagi bahan satu dengan yang lain dan proses pelapukannya dipercepat oleh bantuan manusia. Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Pada dasarnya semua bahan-bahan organik padat dapat dikomposkan, misalnya: limbah organik rumah tangga, sampah-sampah organik pasar/kota, kertas, kotoran/limbah peternakan, limbah-limbah pertanian, limbah-limbah agroindustri, limbah pabrik kertas, limbah pabrik gula, limbah pabrik kelapa sawit, dll. Bahan organik yang sulit untuk dikomposkan antara lain: tulang, tanduk, dan rambut. Cara pengkomposan merupakan cara sederhana dan dapat menghasilkan pupuk yang mempunyai nilai ekonomi. Sampah rumah tangga bisa diubah menjadi kompos yang berguna untuk tumbuh-tumbuhan di pekarangan rumah sendiri. Sampah basah (organik) bekas makanan-atau minuman sehari-hari dipisahkan dari sampah kering (anorganik) seperti kaleng, plastik, kertas. Sampah basah itu kemudian ditumpuk dalam sebuah lubang kecil di pekarangan rumah. Dalam jangka waktu tertentu bagian paling bawah dalam tumpukan tersebut bisa diangkat kemudian ditebarkan ke tanaman sebagai pupuk kompos. Pengolahan sampah menjadi kompos, yang bisa dimanfaatkan memperbaiki struktur tanah, untuk meningkatkan permeabilitas tanah, dan dapat mengurangi ketergantungan pada pemakaian pupuk mineral (anorganik) seperti urea. Selain mahal, urea juga dikhawatirkan menambah tingkat polusi tanah.

Manfaat  Kompos
Berikut ini beberapa manfaat pembuatan kompos menggunakan sampah rumah tangga.
a.    Mampu menyediakan pupuk organik yang murah dan ramah lingkungan.
b.    mengurangi tumpukan sampah organik yang berserakan di sekitar tempat tinggal.
c.    Membantu pengelolaan sampah secara dini dan cepat.
d.    Menghemat biaya pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).
e.    Mengurangi kebutuhan lahan tempat pembuangan sampah akhir (TPA).
f.    Menyelamatkan lingkungan dari kerusakan dan gangguan berupa bau, selokan macet, banjir, tanah longsor, serta penyakit yang ditularkan oleh serangga dan binatang pengerat.
Beberapa manfaat kompos yang lain adalah Kompos memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. Aktivitas mikroba tanah juga d iketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misal: hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak.
Kompos memiliki banyak manfaat yang ditinjau dari beberapa aspek:
Aspek Ekonomi :
1.    Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah
2.    Mengurangi volume/ukuran limbah
3.    Memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan asalnya
Aspek Lingkungan :
1.    Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah dan pelepasan gas metana dari sampah organik yang membusuk akibat bakteri metanogen di tempat pembuangan sampah
2.    Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan
Aspek bagi tanah/tanaman:
1.    Meningkatkan kesuburan tanah
2.    Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah
3.    Meningkatkan kapasitas penyerapan air oleh tanah
4.    Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
5.    Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen)
6.    Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman
7.    Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman
8.    Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah

Sumber : http://mawalisongopecangaan.blogspot.com/2012/11/pemanfaatan-sampah-organik-untuk.html

1 comment: