Menurut Indriani (2005) kompos merupakan semua bahan organik yang telah
mengalami penguraian sehingga bentuk dan wujudnya sudah tidak dikenali
bentuk aslinya, berwarna kehitam-hitaman dan tidak berbau.
Dari
definisi di atas, menurut gambaran saya, Kompos merupakan hasil
pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang,
sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang sudah tidak bisa di
kenali lagi bahan satu dengan yang lain dan proses pelapukannya
dipercepat oleh bantuan manusia. Sedangkan pengomposan adalah proses
dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya
oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber
energi. Pada dasarnya semua bahan-bahan organik padat dapat dikomposkan,
misalnya: limbah organik rumah tangga, sampah-sampah organik
pasar/kota, kertas, kotoran/limbah peternakan, limbah-limbah pertanian,
limbah-limbah agroindustri, limbah pabrik kertas, limbah pabrik gula,
limbah pabrik kelapa sawit, dll. Bahan organik yang sulit untuk
dikomposkan antara lain: tulang, tanduk, dan rambut. Cara pengkomposan
merupakan cara sederhana dan dapat menghasilkan pupuk yang mempunyai
nilai ekonomi. Sampah rumah tangga bisa diubah menjadi kompos yang
berguna untuk tumbuh-tumbuhan di pekarangan rumah sendiri. Sampah basah
(organik) bekas makanan-atau minuman sehari-hari dipisahkan dari sampah
kering (anorganik) seperti kaleng, plastik, kertas. Sampah basah itu
kemudian ditumpuk dalam sebuah lubang kecil di pekarangan rumah. Dalam
jangka waktu tertentu bagian paling bawah dalam tumpukan tersebut bisa
diangkat kemudian ditebarkan ke tanaman sebagai pupuk kompos. Pengolahan
sampah menjadi kompos, yang bisa dimanfaatkan memperbaiki struktur
tanah, untuk meningkatkan permeabilitas tanah, dan dapat mengurangi
ketergantungan pada pemakaian pupuk mineral (anorganik) seperti urea.
Selain mahal, urea juga dikhawatirkan menambah tingkat polusi tanah.
Manfaat Kompos
Berikut ini beberapa manfaat pembuatan kompos menggunakan sampah rumah tangga.
a. Mampu menyediakan pupuk organik yang murah dan ramah lingkungan.
b. mengurangi tumpukan sampah organik yang berserakan di sekitar tempat tinggal.
c. Membantu pengelolaan sampah secara dini dan cepat.
d. Menghemat biaya pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).
e. Mengurangi kebutuhan lahan tempat pembuangan sampah akhir (TPA).
f.
Menyelamatkan lingkungan dari kerusakan dan gangguan berupa bau,
selokan macet, banjir, tanah longsor, serta penyakit yang ditularkan
oleh serangga dan binatang pengerat.
Beberapa manfaat kompos yang
lain adalah Kompos memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan
kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah
untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang
bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos.
Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari
tanah. Aktivitas mikroba tanah juga d iketahui dapat membantu tanaman
menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga
cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan
pupuk kimia, misal: hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih
segar, dan lebih enak.
Kompos memiliki banyak manfaat yang ditinjau dari beberapa aspek:
Aspek Ekonomi :
1. Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah
2. Mengurangi volume/ukuran limbah
3. Memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan asalnya
Aspek Lingkungan :
1.
Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah dan pelepasan gas
metana dari sampah organik yang membusuk akibat bakteri metanogen di
tempat pembuangan sampah
2. Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan
Aspek bagi tanah/tanaman:
1. Meningkatkan kesuburan tanah
2. Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah
3. Meningkatkan kapasitas penyerapan air oleh tanah
4. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
5. Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen)
6. Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman
7. Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman
8. Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah
Sumber : http://mawalisongopecangaan.blogspot.com/2012/11/pemanfaatan-sampah-organik-untuk.html
perbedaan pengomposan dan fermentasi apa ya?
ReplyDelete